Baru saja kuhempaskan rasaku
Tak peduli apa rasanya
Aku tak ingin memperdalam rasaku
Karena aku tak pernah yakin pada rasanya
Waktu mulai kulewati
Bukan damai yang kudapat
Namun sesal dan sepi yang kualami
Jari jemari ingin menepuk pundaknya
Bibir merah ingin tersenyum untuknya
Tapi aku hanyalah manusia tolol
Yang selalu malu mengaku sesal
Yang selalu takut untuk terluka
Entah apa
Entah kapan
Entah bagaimana
Hanya waktu yang bisa menentukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar